Jakarta – Tiket angkutan lebaran terutama kereta api (KA) selalu saja naik. Sebenarnya faktor apakah yang membuat harga tiket KA melambung tinggi pada saat lebaran?

Direktur Utama PT Kereta Api (KAI) Ignasius Jonan mengatakan, kenaikan tarif KA kelas bisnis dan ekskutif setidaknya disebabkan oleh 2 faktor. Faktor pertama adalah adanya renovasi besar-besaran pada rangkaian KA.

“Yang kedua masa operasi lebaran. Kira-kira H1-10 dan H2+10, biaya tenaga kerjanya sangat berlipat. Karena ada lembur, ada penjagaan keamanan, dan biaya operasi-operasi lain,” katanya saat ditemui wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2011).

Jonan mengatakan, tidak ada cara lain untuk menutup biaya operasional KA selama lebaran itu selain membebankan kepada konsumen. Namun, ia memberi catatan, kenaikan tarif tersebut tidak diberlakukan untuk KA kelas ekonomi.

“Jadi kalau nggak mau naik, harganya tinggi, disarankan naik kelas ekonomi saja,” ucap Jonan.

Jonan menyebut tiket KA eksekutif untuk lebaran tahun ini bisa mencapai Rp 600 ribu dari harga semula Rp 350 ribu. Namun, tarif lebaran itu berbeda untuk setiap tanggal pemesanan.

Mengenai calo tiket, Jonan memastikan pihaknya terus melakukan sweeping untuk menanggulangi praktek tersebut. Sweeping hanya bisa dilakukan di dalam pagar stasiun. Untuk praktek percaloan di luar stasiun, ia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa.

“Yang tidak boleh itu menjual (tiket) di stasiun di luar loket. Kalau dia jualnya di luar pagar stasiun kita sudah nggak bisa apa-apa. Atau jual di pinggir jalan gitu bagaimana kita bisa men-sweepingnya?” jelas Jonan.

(irw/rdf)

http://www.detiknews.com/