Daerah

Menyembuhkan Luka yang Tak Kasat Mata: Langkah Amna Foundation ,YPBWI, WI di Dua Titik Pasca-Bencana Agam dan Tanah Datar

Sumbar GMU news.com– Luka fisik akibat bencana alam mungkin bisa segera mengering, namun trauma psikologis seringkali menetap jauh lebih lama. Menyadari hal tersebut, Dr Tata Marita  Amna Fondation – Tebar Rezeki
Dra Fetty Herlina YPBWI
Bunda  Raudatu, WI, difasilitasi Relawan Khairis Sutan Bagindo dan team. Baru saja merampungkan fase pertama program “Healing Hearts”, sebuah inisiatif pemulihan kesehatan mental bagi penyintas bencana juga bantuan di dua lokasi berbeda. Nagari Pagadih Agam dan Batipuah Tanah datar.(Jumat 06/02/2026)

Kegiatan ini di support semua pihak yang betul betul selalu peduli sesama ,diantaranya:
1. KAGISMA UNJ (Ikatan Alumni Magister Manajemen universitas negeri jakarta
2. Ikatan Alumni SMP 214 Halim PK Jaktim
3. CMid ( Charlotte Mason Indonesia)
4. Relawan

​Melalui pendekatan yang berbeda namun terintegrasi, tim psikolog dan relawan Amna Foundation,YPBWI, WI berupaya memastikan bahwa masyarakat tidak hanya bangkit secara ekonomi, tetapi juga secara emosional.
​1. Memulihkan Keceriaan di Wilayah    Terdampak Gempa
​Di  dua lokasi Agam dan Tanah datar terdampak banjir dan longsor, Amna Foundation,YPBWI,WI  fokus pada Psychological First Aid (PFA) untuk anak-anak. Mengingat tingginya tingkat kecemasan.

​Metode Terapi: Menggunakan Art Therapy dan dongeng interaktif untuk membantu anak-anak mengekspresikan ketakutan mereka tanpa harus merasa tertekan.
​Hasil: Lebih dari 300 orang di Batipuah ,250orang di Nagari Pagadih, mulai menunjukkan kemajuan signifikan dalam pola tidur dan kembalinya nafsu makan, yang sebelumnya terganggu akibat trauma gempa susulan.

Baca Juga  Pasangan Eka-Fadly Resmi Sandang No 2 Pilkada Serentak Tanah Datar

​2. Membangun Resiliensi Komunitas di Area Banjir Bandang
​Sementara itu, di lokasi kedua yang terdampak banjir bandang, fokus dialihkan pada konseling kelompok bagi orang dewasa, terutama para ibu dan kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian.
​Pemberdayaan Kolektif: Amna Foundation,YPBWI,WI, membentuk kelompok dukungan sebaya (peer support groups) untuk mengurangi rasa isolasi mandiri.
​Edukasi Gejala: Sosialisasi mengenai gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) agar warga dapat saling memantau kondisi kesehatan mental tetangga mereka.

​Suara dari Lapangan
​”Kami tidak hanya membangun kembali tembok yang runtuh, tapi kami ingin memastikan fondasi jiwa manusia di dalamnya juga kokoh. Bencana mencuri rasa aman mereka, dan tugas kami adalah mengembalikannya pelan-pelan,” ujar juru bicara Anna Foundation dalam siaran persnya.

​Pihak yayasan menegaskan bahwa pemulihan psikologis ini akan terus dipantau hingga enam bulan ke depan untuk memastikan tidak ada penyintas yang tertinggal dalam proses pemulihan.

Di Batipuah dihadiri Pa :Camat,Walinagari,Kapalo Jorong,Pengurus Masjid,Tomas, Ibu2 Majelis, Taklim,Masyarakat,Anak2 SMA, SMP dan SD
Pelaksanaan Acara di Masjid
1. Alat2 Tulis
2. Tas Sekolah
3. .Pakaian Seragam Sekolah
4. AlQur’an
5. Sarung
6. Mukena
7. Nasi Kotak

Di Nagari Pagadih Agam Dihadiri
Pa :Walinagari,Walijorong,Tim Relawan, Nagari,Masyarakat,Anak2 SMA, SMP dan SD
Pelaksanaan Acara di Aula Sekolah Dasar Negeri 06 Pagadih. Kec Palupuah Kab. Agam
Yg hadir Lebih Kurang 250 Orang
Target acara, sesuai isi spanduk
Penyerahan :
1. Sarung
2. Baju Koko – Gamis
3. Pakaian Seragam Sekolah sebanyak 66 Stel, ( SD, SMP dan SMA )
4. Nasi Kotak

Baca Juga  Rampas Setia 08 Berdaulat Soroti Lahan Plasma dan Konservasi PT. ANJ Agri Siais - First Resource Di Tapsel

Acara ini berlangsung lancar dan banyak mendapatkan tanggapan positif semua yang hadir, semoga bermanfaat besar bagi masyarakat sekaligus  menjadi ladang amal untuk akhirat ( Mjy GMU)