Hujan Deras Jumat Sore: Kantor Lurah Bukik Cangang Kayuramang Terendam,nyaris merusak fasilitas kantor.
BUKITTINGGI GMU News.com – Intensitas hujan yang tinggi pada Jumat sore (13/2) kembali memicu luapan air di kawasan Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguak Panjang. Lokasi yang berada tepat di dekat Rumah Sakit Yarsi ini terendam banjir luapan yang cukup parah ,hanya butuh satu setengah jam,air sudah sampai betis orang dewasa,hingga merangsek masuk ke dalam area Kantor Lurah.

Gotong Royong Selamatkan Arsip
Kondisi ini sempat memicu kepanikan saat debit air mulai meninggi dan masuk ke ruang administrasi kantor. Beruntung, kesigapan pegawai kelurahan ,RW,RT,yang dibantu oleh masyarakat sekitar berhasil menyelamatkan dokumen-dokumen penting sebelum air merusak arsip negara tersebut.
Dimintai keterangan Lurah Tiwi yang saat kejadian masih dilapangan ”Kami langsung bergerak cepat memindahkan berkas ke tempat yang lebih tinggi. Sedikit lagi saja terlambat, mungkin banyak arsip warga yang rusak terendam air,” dan diakui juga para staf kelurahan yang ikut membantu di lokasi. “beruntung saja kejadian ini terjadi tidak berapa lama setelah tutup layanan.

“Kami bahu-membahu mengevakuasi barang elektronik dan peralatan kantor guna meminimalisir kerugian materil, ucap Lurah dan Staf kantor Lurah.
Senada disampaikan salah seorang RW bernama Ibu Vina,”Masalah Menahun yang Terabaikan,Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Lokasi di sekitar RS Yarsi dan Kantor Lurah Bukik Cangang memang menjadi titik langganan banjir setiap kali curah hujan tinggi melanda Kota Bukittinggi, selain kantor Lurah kejadian kali ni nyaris memasuki beberapa rumah warga”, ucapnya
“Ditambahkan juga oleh RW Vina, kondisi ini pernah di bahas pada rapat MUSREMBANG tiga tahun yang lalu, tapi sampai saat ini belum juga dapat direalisasikan, semoga pemerintah daerah bisa mencarikan solusi untuk permasalahan ini.
Masyarakat setempat juga mendesak agar kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah. Pasalnya, ancaman banjir tahunan ini tidak hanya mengganggu pelayanan publik di kantor kelurahan, tetapi juga menghambat akses mobilitas di sekitar area rumah sakit yang sangat vital bagi warga.
Poin Utama yang Menjadi Keluhan Warga:
Drainase yang Tidak Memadai: Saluran air di kawasan tersebut dinilai tidak lagi mampu menampung debit air kiriman.
Risiko Kehilangan Data: Kantor lurah menyimpan banyak data kependudukan yang sangat berharga.
Kebutuhan Solusi Permanen: Warga bosan dengan solusi sementara dan menuntut perbaikan infrastruktur secara menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, air sudah mulai surut seiring berhentinya hujan, namun sisa lumpur dan sampah masih memenuhi area kantor.
Warga berharap Pemerintah Kota Bukittinggi segera mengambil langkah konkret agar di musim hujan berikutnya, mereka tidak perlu lagi was-was akan datangnya banjir susulan. (Mjy GMU)



