Ijazah Tak Diambil, Gustian Budiarto: Sudah Dihimbau Sejak 2025, Tapi Alumni yang Tidak Datang
Bukittinggi, GMU News – SMK Negeri 1 Bukittinggi masih menghadapi permasalahan ijazah alumni yang masih ada disekolah. Namun bukan kendala dari pihak sekolah, tetapi justru alumni yang tidak datang ke sekolah untuk mengambil ijazah walaupun sudah sering dihimbau. Hal ini disampaikan oleh kepala SMK N 1 Bukittinggi Gustian Budiarto, M.Pd kepada awak media pada Jum’at 9 Oktober 2026.
Masalah ijazah yang tertahan di sekolah ini mencuat setelah hasil sidak Ombudsman Sumatera Barat 20 November 2025 lalu. Hal ini langsung menjadi perhatian serius bagi pihak SMK N 1 Bukittinggi dan langsung melakukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk alumni dan media serta influencer.
“Kami menanggapi serius permasalahan ini karena ijazah adalah hak dari semua alumni yang telah manamatkan pendidikannya disini. Kami waktu itu langsung koordinasi dengan majelis guru, tata usaha dan warga sekolah agar permasalahan ijazah cepat selesai. Dan juga kami tegaskan pengambilan ijazah itu tanpa biaya apapun” terang Gustian.
“Selain berkoordinasi dengan pihak yang ada di sekolah, kami juga berkoordinasi dengan alumni-alumni, media online dan beberapa influencer. Informasi juga kami sebarkan di media sosial sekolah. Kami tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut. Dan tidak ada gunanya juga ijazah lama-lama berada di sekolah” lanjutnya.

Lebih lanjut Gustian Budiarto menyampaikan bahwa penyebaran himbauan agar alumni mengambil ijazahnya diitensifkan melalui beberapa alumni yang berprofesi sebagai jurnalis.
“Kami memiliki beberapa alumni yang berprofesi sebagai jurnalis. Beliau-baliau kami mintai bantuan agar himbauan tersebut dimuat di medianya. Beberapa influencer juga kami mintai bantuan. Jadi permasalahan ini telah kami tanggapi serius sejak awal” lanjut Gustian.
Lebih lanjut Gustian menyampaikan bahwa kerjasama penyampaian informasi agar alumni mengambil ijazah telah kami lakukan sejak 22 November 2025 (tepat 2 hari setelah berita temuan Ombudsman).
“Kami punya tangkapan layar bukti bahwa kami telah berusaha menghimbau semua alumni agar mengambil ijazah. Bahkan tidak hanya di November 2025, kami kembali mengulangi penyebaran himbauan pada 30 April 2026. Namun hingga hari ini masih ada alumni yang belum mengambil ijazahnya.” tambahnya lagi
“Selain itu, di grup-grup alumnipun himbauan telah kami sebarkan dengan harapan alumni yang ada didalam grup bisa menyampaikan kepada alumni lainnya”. Imbuhnya.

Menanggapi isu yang beredar, Gustian Budiarto menegaskan bahwa untuk pengambilan ijazah tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
“Jika nanti ada oknum yang meminta bayaran ketika alumni mengambil ijazah, silahkan laporkan langsung kepada saya (kepala sekolah). Kami akan tindak tegas oknum-oknum yang bertindak diluar aturan” tegas Gustian Budiarto. (Angah)



