Daerah

Aksi Pencabutan Dan Pengrusakan APK Erman Safar – Heldo Dilaporkan Ke Bawaslu Bukittinggi

Bukittinggi,GMU News
Pencabutan spanduk sekaligus pengrusakan APK salah satu pasang calon Cawako Bukittinggi, Erman Safar – Heldo Aura. Ketua Tim Hukum/Advokasi partai politik pendukung Erman Safar – Heldo Aura yang merupakan koalisi terbesar di Kota Bukittinggi dengan gabungan Gerindra, Nasdem, Golkar, PKB, PSI, Perindo, PBB, Garuda, Hanura, Gelora, Masyumi, dan Partai Buruh ini mengecam keras aksi dugaan perusakan spanduk, ini termasuk kejahatan politik dan masuk pidana.

Dr(c). Riyan Permana Putra yang juga menjadi Ketua Tim Hukum/Advokasi mengatakan, “Kasus ini sudah kami laporkan ke Bawaslu Bukittinggu, karena ini masuk pidana pemilu, ini sangat merugikan kami,” kata Riyan Permana Putra, Jumat, (25/10/2024).

“Selain itu, Riyan Permana Putra mengaku sudah mengetahui pelaku yang terekam dalam CCTV itu. Sejumlah bukti juga ikut dilampirkan dalam surat laporan ke Bawaslu Bukittinggi. Kasus ini kami harap diusut tuntas, karena ini merupakan pidana pemilu,” tegasnya.

Pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 3 Erman Safar – Heldo Aura yang diduga terjadi pada Kamis, 24 Oktober 2024 pukul 19.35 WIB yang terjadi di RT. 1/RW. 3, Kelurahan Manggis Ganting, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Hal ini diduga melanggar Pasal 187 ayat (3) jo. Pasal 69 huruf g jo. Pasal 72 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.

Riyan Permana Putra yang juga merupakan Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Agam itu mengimbau semua pihak yang terlibat dalam proses pilkada untuk saling menghormati.

Baca Juga  Rayakan Maulud Nabi, Nagari Padang Laweh Adakan Alek Bararak Jamba

“Mari berpolitik dengan santun dan saling menghargai, jangan sampai beda pilihan kemudian melakukan tindakan-tindakan brutal,” harapnya.

Tindakan perusakan spanduk, menurut Riyan Permana Putra, itu menunjukkan adanya upaya yang tidak fair dalam persaingan politik, sehingga kasus ini harus diusut tuntas dan tidak boleh dibiarkan.

Terkait hal Ini perlu tindakan tegas Bawaslu Bukittinggi agar bisa menjadi pembelajaran bagi semua bisa agar jangan terulang kembali,” kata Riyan Permana Putra.(GM Team)