Daerah

Bertekad Perkuat Akar Budaya dalam Pembangunan, DPD Lemtari Gelar Pertemuan Strategis dengan Bupati Lima Puluh Kota

LIma Puluh Kota GMU News.com – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (DPD Lemtari) Kabupaten Lima Puluh Kota melakukan kunjungan silaturahim ke kediaman Bupati Lima Puluh Kota, Haji Safni Sikumbang, di Sarik Laweh pada Rabu (25/03/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membahas sinergisitas antara program pembangunan daerah dengan tatanan adat istiadat di Luak Nan Bungsu.
​Rombongan pengurus adat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD Lemtari Lima Puluh Kota, Muhammad Jhoni Dt. Bosa Nan Panjang, didampingi oleh Sekretaris Muhammad Ridho Illahi, serta jajaran pengurus dan anggota lainnya.

​Dalam suasana yang penuh kehangatan, Muhammad Jhoni Dt. Bosa Nan Panjang menyampaikan bahwa kehadiran Lemtari bertujuan untuk memastikan nilai-nilai adat tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah daerah.

​”Pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang tidak meninggalkan akar budayanya. Kami dari Lemtari berkomitmen untuk bersinergi dengan Bupati Haji Safni Sikumbang guna mengawal pembangunan yang harmonis antara fisik dan tatanan sosial adat di Lima Puluh Kota,” ujar Dt. Bosa Nan Panjang di sela-sela pertemuan.

​Bupati Lima Puluh Kota, Haji Safni Sikumbang, menyambut baik inisiatif dan masukan yang disampaikan oleh pengurus DPD Lemtari. Menurutnya, peran niniak mamak dan lembaga adat sangat krusial dalam menjaga stabilitas serta mendukung kelancaran program pemerintah di tingkat nagari.

Baca Juga  Diduga Ada Kesalahan Prosedur Outsourcing di RS Hanafiah Tanah Datar

​Sementara itu, Sekretaris DPD Lemtari, Muhammad Ridho Illahi, menambahkan bahwa pertemuan di Sarik Laweh ini merupakan langkah awal untuk koordinasi yang lebih intensif ke depannya. Ia menegaskan bahwa Lemtari akan terus aktif memberikan pemikiran konstruktif demi kemajuan daerah yang tetap menjunjung tinggi prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

​Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan diskusi mengenai berbagai isu kemasyarakatan terkini dan foto bersama sebagai simbol soliditas antara pemerintah daerah dan pemangku adat.(Arul Gmu)