Pemko Bukittinggi Paparkan Proses Panjang Kenapa Gajah Zidan Akhirnya Dirantai
Bukittinggi GMU News.com / Setelah Viral beredar video unggahan Wisatawan tentang seekor Gajah Sumatera bernama Zidan yang kakinya dirantai di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, masyarakat harus mendapatkan juga informasi yang benar terkait karena kaki seekor gajah Zidan harus dirantai. Dengan undangan resmi untuk media, Pemko Bukittinggi sudah menyampaikan klarifikasi secara lengkap, di aula Balai kota Bukittinggi. Senin (14/9/2026)

Jumpa pers mengenai pengelolaan objek wisata TMSBK/Bukittinggi Zoo digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Kegiatan dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi Asrar Fernando, serta dihadiri Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sekretaris Daerah Rismal Hadi, Asisten III dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Rofie Hendria.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Rofie Hendria mengatakan,”Zidan merupakan gajah Sumatra asal Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Riau, yang menjadi koleksi TMSBK sejak 2001. Menurutnya, hingga akhir 2021 Zidan masih dapat berinteraksi dengan pengunjung dan menjadi salah satu daya tarik kebun binatang.
Namun kondisi tersebut berubah sejak 2022 ketika Zidan memasuki periode musth yang disebut tidak teratur sehingga perilakunya menjadi lebih agresif.” Kondisi ini membuat Zidan sulit dilatih oleh keeper dan telah mencederai beberapa orang pawangnya,” ujar Rofie.
Setelah berkoordinasi beberapa kali dengan dokter hewan dan BKSDA, kita ambil keputusan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan, dengan merantai kaki Zidan sejak 2023 lalu.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias juga menjelaskan,” ”Pemko tidak boleh sewenang-wenang memindahkan satwa yang dilindungi. Semua kewenangan ada di BKSDA.Semua kegiatan harus kita laporkan, Jika kita lakukan sendiri tanpa izin, kita salah dari segi aturan hukum,” ujar Ramlan
“Pemko Bukittinggi berharap BKSDA dapat segera menindaklanjuti proses relokasi atau langkah medis-konservasi yang diperlukan guna menjamin keselamatan pengunjung, petugas. Ia juga menyebut Zidan beberapa kali melukai gajah betina bernama Lia yang berada dalam kandang yang sama.
Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pawang maupun pengunjung.serta kesejahteraan satwa itu sendiri, Pemko Bukittinggi klaim sudah berulang kali minta Evakuasi.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memperlihatkan salinan surat yang dikirimkan pada pihak BKSDA, dari enam surat yang dilayangkan hanya satu surat yang di balas,katanya akan di pindah ke Sijunjung.
Dalam acara ini Pemko juga membuka ruang tanya jawab dengan insan Pers, sehingga informasi ini lebih jelas dan bisa mengedukasi untuk masyarakat luas ( Mjy GMU)




